Date
Breast Cancer Ribbon

Nama Ahmad yang tertulis dalam Injil

posted by:
noenknoenk

Nama "ahmad" ternyata terdapat di dalam injil!!!


(Yaitu) orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
QS. al-A'raf (7) : 157

Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata:" Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad) ". Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata:" Ini adalah sihir yang nyata ".
QS. ash-Shaff (61) : 6

Dua ayat di atas, memberikan penjelasan, bahwa akan ada seorang nabi yang akan datang, setelah masa kenabian Isa a s, dengan nama "Ahmad", yang tercatat dalam kitab Taurat dan Injil , yaitu kitab yang sekarang menjadi kitab suci bagi umat Kristiani.

Tetapi, nama "Ahmad", tidak kita temukan secara langsung, di dalam injil yang ada sekarang ini, hal ini bisa terjadi, karena tidak ada kitab injil yang berbahasa aslinya, yaitu bahasa Ibrani. atau karena sengaja disembunyikan, atau karena memang ada kesalahan penulisan dan penerjemahan.

Alhamdulillah, dengan usaha keras, ulet dan teliti dari para pakar, akhirnya letak kesalahan, yang menyebabkan hilangnya nama "Ahmad", di dalam injil yang ada sekarang, bisa terpecahkan. Sebagaimana yang kita ketahui, bahasa yang digunakan oleh nabi Isa AS dan kaumnya adalah bahasa Ibrani, begitu juga firman Allah, dan sabda nabi Isa AS, juga menggunakan bahasa Ibrani. Dengan demikian, nubuwat-nubuwat yang ada di dalam Injil, kalau kita kembalikan ke dalam bahasa Ibrani, nama "Ahmad" akan muncul sangat nyata, begitu juga dengan Taurat, kalau kita kembalikan ke dalam bahasa ibrani, nama Ahmad juga akan muncul dengan sangat jelas.

Sang "HIMADA" adalah "AHMAD"

Sebab-sebab turunnya nubuwat, tentang kedatangan seorang nabi yang diutus untuk semua bangsa, yang bernama "Ahmad", adalah ketika bangsa Israel yang telah hancur dan terpuruk, diijinkan kembali untuk membangun Yerusalem dan Bait Sulaiman, yang telah dihancurkan oleh bangsa Khaldea, sebagian orang merasa gembira dan sebagian yang lain merasa sedih, karena teringat oleh keindahan Bait Sulaiman.

Pada saat itulah, Allah mengutus "Haggai" (Menurut injil, "Haggai" adalah seorang nabi) untuk menghibur bangsa Israel, yang telah terpuruk, dengan menyampaikan janji Allah, bahwa akan diutus seseorang, yang akan mengangkat kembali bangsa Israel dari keterpurukan

"Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA, untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah. Hagai 2:7

Seseorang yang diutus, untuk mengangkat kembali bangsa Israel, adalah Himada, bangsa Israel menunggu sang Himada, untuk segera datang, agar bangsanya segera bangkit dari keterpurukan. Namun, bangsa Israel tidak menafsirkan kata "Himada", sebagai nama riil (asli), seorang nabi yang diutus, tetapi mereka menafsirkan kata "Himada", sebagai kata sifat, yang abstrak, sesuai arti kata "Himada", dalam bahasa ibrani, yaitu : keinginan, hasrat, kerinduan dan pujian.

Tentu saja, ketika janji Allah tersebut, diterjemahkan kedalam bahasa lain, maka yang terjadi adalah, kata "Himada", akan diterjemahkan dan berubah dengan sendirinya, mari kita lihat terjemahannya ke dalam bahasa Inggris :

And I will shake all nations, and the desire of all nations shall come: and I will fill this house with glory, saith the LORD of hosts. Hagai 2:7

Lihatlah, kata "Himada" diterjemahkan menjadi "desire", dalam bahasa Inggris, yang artinya keinginan atau hasrat, hal ini dianggap benar oleh para penulis Injil, karena mereka memahami Himada bukanlah nama orang, tetapi sebagai kata benda abstrak.

Perlu diketahui, terjemahan injil ke dalam bahasa apapun, semuanya berasal dari injil yang berbahasa Inggris, sehingga tidak aneh, kalau kita tidak menemukan nama "Ahmad" di dalam injil.

Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi
Himada = bahasa Ibrani
Ahmad = bahasa Arab

Semua kata tersebut, mempunyai kesamaan arti, yaitu terpuji, dan mempunyai kesamaan akar kata, yaitu H-M-D, lihatlah, bila kita hilangkan huruf vokal, dan kita biarkan, huruf konsonan, maka akan menjadi :

H-M-D = bahasa Yahudi
H-M-D = bahasa ibrani
H-M-D = bahasa Arab

ini adalah bukti yang tidak bisa dibantah, dan bagi siapapun yang ahli dalam bahasa Semit, tentu mempunyai kesimpulan yang sama, bahwa "Himada" dan "Ahmad" adalah sama, tentu kesimpulannya adalah nama "Ahmad", memang ada di dalam injil.

PARAKLēTOS adalah AHMAD

Bangsa Israel/Yahudi, menganggap nabi Isa as, bukan nabi yang dijanjikan Allah, seperti yang disampaikan, bahwa "Haggai" akan mengangkat bangsa Israel/Yahudi, dari keterpurukan. Oleh karena itu, Bani Israel masih terus menunggu, siapakah orang yang dijanjikan Allah, umtuk menolong bangsa israel?.

Suatu ketika, Yesus berpidato kepada kaumnya, memberitakan bahwa akan ada nabi lain, yang akan diutus sesudah dirinya, menurut Yesus, kedatangan nabi tersebut tidak akan lama lagi.

Pidato Yesus tersebut, sangat dipahami oleh orang-orang Israel, namun, mereka tidak langsung menuliskan, apa yang disabdakan Yesus ketika itu, dan pidato Yesus yang berbahasa Ibrani tersebut, mulai dicatat, 60 tahun kemudian, ke dalam bahasa Yunani oleh Yohanes :

?Kagō erōtaō tou patēr kai allos paraklētos didōmi humin hina meta humōn eis tou aiōn eimi? Yohanes 14:16

Kata "Paraklētos" mempunyai beberapa arti, yaitu: mengagungkan, memuji dan menolong, dan kalau kata "Paraklētos" diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani, kata yang muncul adalah : Hamida

Kalau kata "Hamida", yang disebut oleh Yesus itu, diartikan sebagai kata benda abstrak, maka terjemahan pidato Yesus adalah :

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yohanes 14:16

Tetapi kalau kata "Hamida", yang disebut Yesus, diartikan sebagai sebuah nama yang konkrit, maka terjemahannya adalah:

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu, Hamida, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yohanes 14:16

Maka, pidato Yesus tersebut, senada dengan Firman Allah SWT dalam Al-Qur?an :

"Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata:" Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad) ". Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata:" Ini adalah sihir yang nyata ".
QS. ash-Shaff (61) : 6

Tentu, hasil akhir yang kita dapatkan, adalah kata "Hamida", dalam bahasa Ibrani, dan kata "Ahmad" dalam bahasa Arab, dan kedua kata ini, berasal dari akar kata yang sama, yaitu H-M-D, dan mempunyai arti yang sama, yaitu terpuji, dan sesuai dengan makna "Periklētos".

KEAJAIBAN NAMA "MUHAMMAD"

ada sebuah fakta yang menarik: tidak ada seorangpun, yang bernama Ahmad atau Muhammad, sejak nabi Adam diciptakan, sampai dengan lahirnya seorang anak dari Abdullah dan Siti Aminah.
Sumber :
1. Perjanjian Baru Interlinier, Yunani Indonesia Diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)
2. Konkordasi Perjanjian Baru - LAI
3. Menguak Misteri Muhammad ?
Sahara Publishers

hr

Khilafah bag 2

posted by:
noenknoenk

Khilafah vs Non-Khilafah

Sesungguhnya sistem pemerintahan Islam (Khilafah) berbeda dengan seluruh bentuk pemerintahan yang dikenal di seluruh dunia; baik dari segi asas yang mendasarinya; dari segi pemikiran, pemahaman, maqâyîs (standar), dan hukum-hukumnya untuk mengatur berbagai urusan; dari segi konstitusi dan undang-undangnya yang dilegislasi untuk diimplementasikan dan diterapkan; ataupun dari segi bentuknya yang mencerminkan Daulah Islam sekaligus yang membedakannya dari semua bentuk pemerintahan yang ada di dunia ini.

Dalam buku yang dikeluarkan Hizbut Tahrir berjudul, Azhijah ad-Dawlah al-Khilâfah (Libanon: Beirut, 2005), perbedaan sistem pemerintahan Khilafah dengan non-Khilafah dijelaskan sebagai berikut.

1. Khilafah bukan monarki (kerajaan).

Islam tidak mengakui sistem kerajaan. Hal itu karena dalam sistem kerajaan, seorang anak (putra mahkota) menjadi raja karena pewarisan; umat tidak ada hubungannya dengan pengangkatan raja. Adapun dalam sistem Khilafah tidak ada pewarisan. Baiat dari umatlah yang menjadi metode untuk mengangkat khalifah. Sistem kerajaan juga memberikan keistimewaan dan hak-hak khusus kepada raja yang tidak dimiliki oleh seorang pun dari individu rakyat. Hal itu menjadikan raja berada di atas undang-undang. Raja tetap tidak tersentuh hukum meskipun ia berbuat buruk atau zalim. Sebaliknya, dalam sistem Khilafah, Khalifah tidak diberi keistimewaan yang menjadikannya berada di atas rakyat sebagaimana seorang raja. Khalifah juga tidak diberi hak-hak khusus yang mengistimewakannya—di hadapan pengadi-lan—dari individu-individu umat. Khalifah dipilih dan dibaiat oleh umat untuk menerapkan hukum-hukum syariah atas mereka. Khalifah terikat dengan hukum-hukum syariah dalam seluruh tindakan, kebijakan, keputusan hukum, serta pengaturannya atas urusan-urusan dan kemaslahatan umat.

2. Khilafah bukan kekaisaran (imperium).

Sistem imperium itu sangat jauh dari Islam. Sistem imperium tidak menyamakan pemerintahan di antara suku-suku di wilayah-wilayah dalam imperium. Sistem imperium memberikan keistimewaan kepada pemerin-tahan pusat imperium; baik dalam hal pemerintahan, harta, maupun perekonomian.

Sebaliknya, Islam menyamakan seluruh orang yang diperintah di seluruh wilayah negara. Islam menolak berbagai sentimen primordial (‘ashabiyât al-jinsiyyah Islam tidak menetapkan bagi seorang pun di antara rakyat di hadapan pengadilan—apapun mazhabnya—sejumlah hak istimewa yang tidak diberikan kepada orang lain, meskipun ia seorang Muslim.

Sistem pemerintahan Islam, dengan adanya kesetaraan ini, jelas berbeda dari imperium. Dengan sistem demikian, Islam tidak menjadikan berbagai wilayah kekuasaan dalam negara sebagai wilayah jajahan, bukan sebagai wilayah yang dieksploitasi, dan bukan pula sebagai “tambang” yang dikuras untuk kepentingan pusat saja. Islam menjadikan semua wilayah kekuasaan negara sebagai satu-kesatuan meskipun jaraknya saling berjauhan dan penduduknya berbeda-beda suku. Semua wilayah dianggap sebagai bagian integral dari tubuh negara.

3. Khilafah bukan federasi.

Dalam sistem federasi, wilayah-wilayah negara terpisah satu sama lain dengan memiliki kemerdekaan sendiri, dan mereka dipersatukan dalam masalah pemerintahan (hukum) yang bersifat umum. Sebaliknya, Khilafah berbentuk kesatuan. Keuangan seluruh wilayah (propinsi) dianggap sebagai satu-kesatuan dan APBN-nya juga satu, yang dibelanjakan untuk kemaslahatan seluruh rakyat tanpa memandang propinsinya. Seandainya suatu propinsi pemasukannya tidak mencukupi kebutuhannya, maka propinsi itu dibiayai sesuai dengan kebutuhannya, bukan menurut pemasukannya. Seandainya pemasukan suatu propinsi tidak mencukupi kebutuhannya maka hal itu tidak diperhatikan, tetapi akan dikeluarkan biaya dari APBN sesuai dengan kebutuhan propinsi itu, baik pemasukannya mencukupi kebutuhannya ataupun tidak.

4. Khilafah bukan republik.

Sistem republik pertama kali tumbuh sebagai reaksi praktis terhadap penindasan sistem kerajaan (monarki). Kedaulatan dan kekuasaan dipindahkan kepada rakyat dalam apa yang disebut dengan demokrasi. Rakyatlah yang kemudian membuat undang-undang; yang menetapkan halal dan haram, terpuji dan tercela. Lalu pemerintahan berada di tangan presiden dan para menterinya dalam sistem republik presidentil dan di tangan kabinet dalam sistem republik parlementer.

Adapun dalam Islam, kewenangan untuk melakukan legislasi (menetapkan hukum) tidak di tangan rakyat, tetapi ada pada Allah. Tidak seorang pun selain Allah dibenarkan menentukan halal dan haram. Dalam Islam, menjadikan kewenangan untuk membuat hukum berada di tangan manusia merupakan kejahatan besar. (Lihat: QS at-Taubah [9]: 31).

Sistem pemerintahan Islam bukan sistem demokrasi menurut pengertian hakiki demokrasi ini, baik dari segi bahwa kekuasaan membuat hukum—menetapkan halal dan haram, terpuji dan tercela—ada di tangan rakyat maupun dari segi tidak adanya keterikatan dengan hukum-hukum syariah dengan dalih kebebasan. Ini jelas bertentangan dengan Islam yang menjadikan hak membuat hukum hanya ada pada Allah (QS Yusuf [10]: 40).

Atas dasar ini, sistem pemerintahan Islam (Khilafah) bukan sistem kerajaan, bukan imperium, bukan federasi, bukan republik, dan bukan pula sistem demokrasi sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya.


Khilafah: Sisitem Pemerintahan Khas

Sesungguhnya struktur negara Khilafah berbeda dengan struktur semua sistem yang dikenal di dunia saat ini, meski ada kemiripan dalam sebagian penampakannya. Struktur negara Khilafah diambil (ditetapkan) dari struktur negara yang ditegakkan oleh Rasulullah saw. di Madinah setelah beliau hijrah ke Madinah dan mendirikan Negara Islam di sana. Struktur negara Khilafah adalah struktur yang telah dijalani oleh Khulafaur Rasyidin setelah Rasulullah saw. wafat.

Dengan penelitian dan pendalaman terhadap nash-nash yang berkaitan dengan struktur negara itu, jelaslah bahwa struktur negara Khilafah adalah: 1. Khalifah; 2. Para Mu’âwin at-Tafwîdh (Wuzarâ’ at-Tafwîdh); 3. Wuzarâ’ at-Tanfîdz; 4. Para Wali; 5. Amîr al-Jihâd; 6. Keamanan Dalam Negeri; 7.Urusan Luar Negeri; 8. Industri; 9. Peradilan; 10. Mashâlih an-Nâs (Departemen-departemen); 11. Baitul Mal; 12. Lembaga Informasi; 13. Majelis Umat (Syûrâ dan Muhâsabah).

Insyaallah Khilafah ini mampu menjadi solusi problematika umat saat ini khususnya dinegara-negera yang mayoritas muslim yang diakibatkan diterapkannya sistem kapitalisme yang berakar dari ideologi sekulerisme.
saatnya peraturan-peraturan Allah Swt. diterapkan.

Sumber : Hizbut tahrir Indonesia

hr

Khilafah bag 1

posted by:
noenknoenk

Khilafah, sebagai sebuah istilah politik maupun sistem pemerintahan, sesungguhnya bukanlah sesuatu yang baru. Hanya saja, keterputusan kaum Muslim dengan akar sejarah masa lalu merekalah yang menjadikan Khilafah ‘asing’, bukan hanya dalam konteks sistem pemerintahan mereka, tetapi bahkan dalam kosakata politik mereka. Kalaupun sebagian kalangan Muslim mengakui eksistensi Khilafah dalam sejarah, gambaran mereka tentang Khilafah bias dan beragam. Ada yang menyamakan Khilafah dengan kerajaan. Ada yang menganggap Khilafah sebagai sistem pemerintahan otoriter dan antidemokrasi. Ada yang memandang Khilafah sama dengan sistem pemerintahan teokrasi. Ada juga yang menilai Khilafah sebagai sistem pemerintahan gabungan antara demokrasi dan teokrasi (baca: teodemokrasi).

Ketika dijelaskan bahwa sistem pemerintahan Khilafah bukan monarki (kerajaan), bukan republik, bukan kekaisaran (imperium) dan bukan pula federasi, sebagian kalangan Muslim sendiri malah ada yang menyindir, bahwa kalau begitu, Khilafah adalah sistem pemerintahan yang ‘bukan-bukan’. Sikap demikian wajar belaka mengingat: (1) Umat sudah lama hidup dalam sistem pemerintahan sekular; (2) Pendidikan politik di bangku-bangku akademis/lembaga pendidikan selalu hanya mengenalkan model-model pemerintahan tersebut—monarki, republik, imperium atau federasi—tanpa pernah memasukkan sistem Khilafah sebagai salah satu model pemerintahan di luar model mainstream tersebut; (3) Jauhnya generasi umat Islam saat ini dari akar sejarah masa lalu mereka, termasuk sejarah Kekhilafahan Islam yang amat panjang, lebih dari 13 abad.

Tulisan berikut, meski serba ringkas, ingin mengenalkan apa itu Khilafah. Tidak lain agar kita sedikit-banyak mengenal hakikat Khilafah sebagai sebuah sistem pemerintahan Islam yang khas, yang berbeda dengan semua sistem pemerintahan di dunia saat ini.


Definisi Khilafah

1. Khilafah secara bahasa.

Khilafah menurut makna bahasa merupakan mashdar dari fi’il madhi khalafa, yang berarti: menggantikan atau menempati tempatnya (Munawwir, 1984:390). Khilafah menurut Ibrahim Anis (1972) adalah orang yang datang setelah orang lain lalu menggantikan posisinya (Al-Mu‘jam al-Wasîth, I/251. Lihat juga: Ibn Manzhur, Lisân al-‘Arab, I/882-883)

Jadi, menurut bahasa, khalîfah adalah orang yang mengantikan orang sebelumnya. Jamaknya, khalâ’if atau khulafâ’. Inilah makna firman Allah Swt.:

وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي

Berkata Musa kepada saudaranya, Harun, “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku.” (QS al-A’raf [7]: 142).

Menurut Imam ath-Thabari, makna bahasa inilah yang menjadi alasan mengapa as-sulthan al-a’zham (penguasa besar umat Islam) disebut sebagai khalifah, karena dia menggantikan penguasa sebelumnya, lalu menggantikan posisinya (Ath-Thabari, Tafsir ath-Thabari, I/199).

2. Khilafah menurut syariah.

Kata khilâfah banyak dinyatakan dalam hadis, misalnya:

إنَّ أَوَّلَ دِيْنِكُمْ بَدَأَ نُبُوَّةً وَرَحْمَةً ثُمَّ يَكُوْنُ خِلاَفَةً وَرَحْمَةً ثُمَّ يَكُوْنُ مُلْكاً جَبَرِيَةً

Sesungguhnya (urusan) agama kalian berawal dengan kenabian dan rahmat, lalu akan ada khilafah dan rahmat, kemudian akan ada kekuasaan yang tiranik. (HR al-Bazzar).

Kata khilâfah dalam hadis ini memiliki pengertian: sistem pemerintahan, pewaris pemerintahan kenabian. Ini dikuatkan oleh sabda Rasul saw.:

كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُم الأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ وَإِنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي وَسَيَكُونُ خُلَفَاءُ فَيَكْثُرُونَ

Dulu Bani Israel dipimpin/diurus oleh para nabi. Setiap kali seorang nabi wafat, nabi lain menggantikannya. Namun, tidak ada nabi setelahku, dan yang akan ada adalah para khalifah, yang berjumlah banyak. (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dalam pengertian syariah, Khilafah digunakan untuk menyebut orang yang menggantikan Nabi saw. dalam kepemimpinan Negara Islam (ad-dawlah al-islamiyah) (Al-Baghdadi, 1995:20). Inilah pengertiannya pada masa awal Islam. Kemudian, dalam perkembangan selanjutnya, istilah Khilafah digunakan untuk menyebut Negara Islam itu sendiri (Al-Khalidi, 1980:226. Lihat juga: Dr. Wahbah az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islâmi wa Adillatuhu, IX/823).

Banyak sekali definisi tentang Khilafah—atau disebut juga dengan Imamah—yang telah dirumuskan oleh oleh para ulama. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Khilafah adalah kekuasaan umum atas seluruh umat, pelaksanaan urusan-urusan umat, serta pemikulan tugas-tugasnya (Al-Qalqasyandi, Ma’âtsir al-Inâfah fî Ma‘âlim al-Khilâfah, I/8).

2. Imamah (Khilafah) ditetapkan bagi pengganti kenabian dalam penjagaan agama dan pengaturan urusan dunia (Al-Mawardi, Al-Ahkâm as-Sulthâniyah, hlm. 3).

3. Khilafah adalah pengembanan seluruh urusan umat sesuai dengan kehendak pandangan syariah dalam kemaslahatan-kemaslahatan mereka, baik ukhrawiyah maupun duniawiyah, yang kembali pada kemaslahatan ukhrawiyah (Ibn Khladun Al-Muqaddimah, hlm. 166 & 190).

4. Imamah (Khilafah) adalah kepemimpinan yang bersifat menyeluruh sebagai kepemimpinan yang berkaitan dengan urusan khusus dan urusan umum dalam kepentingan-kepentingan agama dan dunia (Al-Juwaini, Ghiyâts al-Umam, hlm. 15).

Dengan demikian, Khilafah (Imamah) dapat didefinisikan sebagai: kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslim di dunia untuk menerapkan hukum-hukum syariah dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Definisi inilah yang lebih tepat. Definisi inilah yang diadopsi oleh Hizbut Tahrir (Lihat: Nizhâm al-Hukm fî al-Islâm, Qadhi an-Nabhani dan diperluas oleh Syaikh Abdul Qadim Zallum, Hizbut Tahrir, cet. VI [Mu’tamadah]. 2002 M/1422 H).

Wallahu a’lam bi ash-shawab. [Arief B. Iskandar].

Sumber : Hizbut Tahrir Indonesia.

hr

Renungan Taubat

posted by:
noenknoenk

Sebagian besar manusia hidup untuk mengejar impian sepanjang hidup mereka. Upaya mereka berpusat pada satu tujuan yaitu kesempurnaan. Menurut mereka manusia yang ideal adalah manusia yang mampu menyebarkan aura kesempurnaan. Namun, konsekuensi logis dari usaha itu adalah keniscayaan terjadinya kesalahan dalam melangkah terlebih bila ikhtiar menuju kesempurnaan itu tanpa didasari background spiritual yang cukup.

Meski demikian, gambaran ideal itu hanyalah tujuan yang ilusioner (khayalan). Gambaran orang mukmin seperti itu tidak pernah ada. Hal itu karena pada hakikatnya manusia itu lemah, rendah, dan tidak berdaya di hadapan Allah Tuhan semesta alam. Konsekuensinya, manusia dapat berbuat kesalahan sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, manusia akan berusaha melakukan hal yang terbaik untuk menghindari dosa dan kesalahan. Sebagai hamba yang lemah dihadapan Allah, manusia tidak pernah lepas dari kesalahan.

Al Qur'an menyebutkan bahwa manusia selalu melakukan dosa dan kesalahan:

"Jika sekiranya Allah menyiksa manusia karena usahanya, niscaya dia tidak akan meninggalkan diatas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun, tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka sampai waktu yang tertentu. Oleh karena itu, ketika datang ajal mereka, sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat keadaan hamba-hambaNya". (QS. Fathir: 45)

Ayat tersebut memerintahkan agar manusia selalu dan selalu memohon ampunan Allah. Itulah sifat yang membedakan antara orang mukmin dan orang kafir. Orang kafir selalu berusaha menutupi kesalahan dan dosa yang mereka lakukan sedangkan orang mukmin tidak pernah melakukan hal itu. Hal yang paling penting bagi orang mukmin adalah merasakan penyesalan dengan sungguh-sungguh dan kembali kepada Allah seraya memohon ampunanNya. Dengan membaca Al Qur'an, manusia akan mendapati bahwa keinginan untuk memohon ampun pada Allah adalah suatu kewajaran.

"Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, beribadah dan memuji (Allah), melawat, ruku', sujud, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar dan memelihara hukum-hukum Allah. Gembirakanlah orang-orang yang mukmin itu". (QS. At Taubah: 112)

Memohon ampunan Allah adalah aspek keseharian dalam ibadah orang mukmin. Manusia dapat meminta ampunan sepanjang hari atas segala kesalahan dan dosa baik yang dilakukan dengan sengaja ataupun tidak sengaja. Lebih jauh lagi, seperti halnya meminta ampunan bagi diri sendiri, orang mukmin dapat memintakan ampun bagi orang mukmin yang lainnya.

Dalam bahasa arab, istilah untuk meminta ampun adalah istighfar yang berarti menutupi, melindungi dan menyembunyikan semuanya atau mengembalikan pada keadaan semula. Taubat dapat dimaknai dengan "Kembali". Maksudnya berjanji tidak melakukan lagi suatu dosa tertentu.

Berkenaan dengan hal ini, dalam kitab Qomi' At Tughyan karangan syeikh Muhammad Nawawi bin Umar Al Bantany memberikan definisi mengenai taubat, antara lain :

* Seketika meninggalkan perbuatan maksiat dan bercita-cita untuk meninggalkannya pada waktu yang akan datang.
* Harus mengganti keteledoran (kelalaian) yang telah dilakukan pada waktu-waktu yang telah lalu.
* Menyesali perbuatan dosa yang telah lalu.



Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Al Ghozaly bahwa menyesali perbuatan yang telah lalu adalah kewajiban dari taubat, karena penyesalan ini adalah jiwa dari taubat.

"Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya". (QS. At Tahrim: 8)

Yang dimaksud murni dalam ayat tersebut adalah taubat yang semata-mata karena Allah dan tidak ada motif-motif lain yang mencampurinya. Bagi mereka yang mampu memurnikan jiwanya dari orientasi keliru dalam bertaubat, maka orang itu telah mengantongi salah satu tanda orang yang bertaqwa. Dalam diskripsi Al Quran, orang yang bertaqwa bukanlah orang yang sempurna tanpa cacat. Tetapi mereka yang setiap melakukan kealpaan, dia mengingat Allah kemudian bertaubat.

"Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS. Ali Imron: 135)


Semoga kita bisa mengambil hikmah dari catatan ini

Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat

Penulis : Bambang TP
Shared By Catatan Catatan Islami Pages

hr

Mana yang akan dipilih kaum adam ????

posted by:
noenknoenk

Seksi Vs Soleha, Mana Yang Pria Pilih

Riska cukup iri sebenarnya saat mendengar cerita bahwa cukup banyak cowok yang berminat menjadi follower Twitter-nya Rani. Maklum Rani memang seksi. Pakaiannya bagus-bagus. Dandanannya? Eum, jangan ditanya lagi. Kemanapun Rani melangkah, mata para cowok seolah tak pernah lepas darinya. Berbeda dengan Riska, dengan kerudung, seluruh tubuhnya tertutup balutan kain, dan tak banyak pria mau meliriknya, meski ada beberapa juga yang berniat mendekatinya.

Saat seorang wanita seksi muncul, biasanya pria selalu bereaksi. Ada yang hanya berani memandangi saja tanpa berkomentar apapun. Ada yang bersiul, bahkan melantunkan lagu cinta untuk menarik perhatian, namun yang nekat mengajak bicara dan berkenalan pun juga ada. Dari berbagai fakta yang terjadi di lapangan dapat kita lihat bahwa wanita seksi memang selalu menimbulkan reaksi dari pihak kaum adam.

Jika demikian, apakah hal itu berarti bahwa Anda harus tampil seksi baru bisa dilirik oleh pria? Ya, tentu saja! Tapiiiii... penampilan seksi belum tentu menjamin Anda dipilih lho.

Setidaknya hal tersebut yang diungkapkan oleh beberapa pria berikut ini.

"Yah, pria mana sih yang tidak suka melihat wanita cantik. Semua juga suka. Tapi, kami hanya suka melihat. Itu saja. Kalau untuk menikah, wah tunggu dulu. Kami juga gak mau sembarangan pilih pasangan. Harus lihat dulu bobot, bibit, bebetnya." ujar Sandy (29).

"Jujur saya suka melihat wanita berpakaian mini, tapi untuk dijadikan istri? Hmm, jelas bukan salah satu dari mereka yang bakal saya pilih. Soalnya saya jelas tidak mau punya istri yang suka pamer kecantikan pada khalayak ramai. Kecantikannya hanya boleh untuk saya seorang." tutur Jonnie (32).

"Wanita seksi oke untuk dilihat, tapi tidak untuk dinikahi. Saya lebih berminat menjalin hubungan serius dengan wanita yang berkualitas 'dalamnya', daripada yang hanya mengandalkan penampilan luar saja." tegas Teddy (24).

Menyimak beberapa pendapat pria di atas, jelas bagi kita, bahwa penampilan luar bukanlah segalanya. Kita boleh saja cantik, namun jika perilaku kita tak cantik, maka pria manapun takkan bersedia menyodorkan cincin lamaran seperti yang kita harapkan.

Penampilan seksi, atau lebih tepatnya menarik, sebenarnya tetap penting, karena pria suka melihat keindahan seorang wanita. Namun, hal itu tak berarti bahwa mereka bakal menghargai wanita yang suka berpakaian mini. Bagi kebanyakan pria, wanita yang mau menutupi auratnya lebih terhormat daripada mereka yang suka pamer tubuh di depan umum.

Lalu wanita macam apa yang jadi buruan pria untuk akhirnya dinikahi? Wanita soleha yang memiliki sikap hati alim dan mulia. Merekalah yang bisa menarik perhatian pria untuk dijadikan pasangan sehidup-semati.Andakah orangnya?(kpl/*)
by : artikel,kisah,motivasi

hr

Manfaat Puasa

posted by:
noenknoenk

Bismillahirrahmanirrahim

Perintah Berpuasa

Puasa adalah salah satu ibadah, yang Allah SWT perintahkan kepada manusia. Perintah untuk berpuasa disebutkan jelas dalam Al Qur’an maupun hadits Rasulullah saw.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”(QS. Al Ahzab:35)

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS Al Baqarah: 183)

Berdasarkan beberapa kutipan ayat-ayat Al Qur’an di atas, dapat disimpulkan bahwa ibadah puasa sangat penting bagi kehidupan seorang muslim, terutama di bulan Ramadhan, ketika itu umat muslim diwajibkan untuk menjalankan puasa. Lalu sebenarnya apa manfaat berpuasa bagi kita, selain mendapat pahala dari Allah SWT? Apakah Allah memberikan perintah yang tidak bermanfaat bagi kehidupan kita?
Sebelum itu, mari kita bahas mengenai hubungan antara ayat-ayat kauliyah dan kauniyah. Sesungguhnya terdapat hubungan, antara ayat-ayat kauliyah (ilmu pengetahuan) maupun kauniyah (ayat-ayat Al Qur’an). Ayat-ayat kauniyah memberikan isyarat untuk ayat-ayat kauliyah. Sebaliknya, pembuktian ayat-ayat qauliyah, merupakan bukti bagi kebenaran ayat-ayat qauniyah. Selanjutnya, kita akan bahas mengenai manfaat puasa, yang sudah banyak diakui dan dibuktikan, menurut ilmu pengetahuan modern.

Manfaat Puasa, Menurut Perspektif Ilmu Kesehatan

Berdasarkan pendapat sejumlah ahli kesehatan, puasa dapat memberikan berbagai manfaat, bagi yang melaksanakannya, di antaranya untuk ketenangan jiwa, menghilangkan stres, meningkatkan daya tahan tubuh, serta memelihara kesehatan dan kecantikan. Puasa selain bermanfaat untuk ketenangan jiwa, dan terhindar dari stres, juga dapat menyehatkan badan dan dapat membantu penyembuhan berbagai macam penyakit. Selain itu, puasa dapat membuat awet muda, atau menunda proses penuaan. Supaya kondisi fisik selalu sehat dan bugar, organ-organ tubuh harus mendapatkan kesempatan untuk istirahat. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berpuasa.
Saat berpuasa, organ-organ tubuh dapat beristirahat, dan miliaran sel dalam tubuh, bisa menyatu untuk bertahan hidup. Puasa berfungsi sebagai detoksifikasi, untuk mengeluarkan kotoran, toksin/racun dari dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh, dan mengganti sel-sel tubuh yang sudah rusak dengan yang baru, serta untuk memperbaiki fungsi hormon, menjadikan kulit sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh, karena manusia mempunyai kemampuan terapi alamiah.
Puasa dapat membuat kulit menjadi segar, sehat, lembut, dan berseri. Karena, setiap saat tubuh mengalami metabolisme energi, yaitu peristiwa perubahan, dari energi yang terkandung dalam zat gizi, menjadi energi potensial dalam tubuh. Sisanya akan disimpan di dalam tubuh, sel ginjal, sel kulit, dan pelupuk mata, serta dalam bentuk lemak dan glikogen. Manusia mempunyai cadangan energi yang disebut glikogen. Cadangan energi tersebut dapat bertahan selama 25 jam. Cadangan gizi inilah yang sewaktu-waktu akan dibakar menjadi energi, jika tubuh tidak mendapat suplai pangan dari luar. Ketika berpuasa, cadangan energi yang tersimpan dalam organ-organ tubuh akan dikeluarkan, sehingga melancarkan pernapasan organ-organ tubuh, serta sel-sel penyimpanannya. Peristiwa ini disebut peremajaan sel. Dengan meremajakan sel-sel tubuh, akan bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh serta kulit kita. Oleh karena itu, orang yang sering berpuasa, kulitnya akan terlihat lebih segar, sehat, lembut, dan berseri karena proses peremajaan sel dalam tubuhnya, berjalan dengan baik.
Makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari, selain mengandung zat-zat gizi yang berguna untuk tubuh kita, juga mengandung bahan toksik atau racun, yang kemudian tertimbun dalam tubuh. Bahan toksik atau racun yang ada dalam tubuh kita, jika sudah terlalu banyak, dapat menyebabkan masalah pada tubuh, antara lain, tubuh menjadi mudah lelah, daya tahan tubuh menurun, dan mudah sakit. Dengan melakukan puasa, tubuh akan menggunakan energi cadangan. Penggunaan energi cadangan ini menyebabkan racun-racun terbuang dan sel-sel tubuh dibersihkan. Selain itu, di bagian pencernaan, terjadi juga pengeluaran racun, karena alat-alat pencernaan beristirahat sehingga dapat membersihkan diri, juga termasuk usus besar, yang merupakan pusat kotoran.
Berpuasa selain bermanfaat untuk detoksifikasi atau proses pengeluaran racun secara menyeluruh, juga bermanfaat untuk menambah tenaga. Hal tersebut disebabkan, racun-racun yang ada pada sel-sel dan jaringan tubuh telah dibersihkan, sehingga organ tubuh menjadi lebih bersih dan gizi yang masuk lebih mudah diserap. Berpuasa dapat membantu meningkatkan penyerapan gizi dari makanan yang dikonsumsi, karena dalam saluran pencernaan, sebelum makanan diserap, harus mengalami proses perubahan, dari bentuk padat menjadi komponen-komponen yang sangat halus. Pada saat berpuasa, saluran pencernaan beristirahat selama beberapa jam. Dengan istirahatnya saluran pencernaan tersebut, akan menjadi lebih baik dalam memproses dan menyerap makanan yang dikonsumsi, sehingga akan lebih bertenaga, sehat, dan kuat.
Wallahu’alam.
http://rahmatfkunair.blogspot.com/2009/03/puasa-perintah-allah-swt-yang-diakui.html

hr

RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF 6

posted by:
noenknoenk

TELAH DIBUKA LOWONGAN, UNTUK MENEMPATI 2 POSISI
Lowongan ini terbuka bagi semua orang, tanpa pengecualian, tidak mengutamakan pengalaman kerja, tanpa ijazah. Lowongan ini terbuka bagi semua manusia, pengangguran maupun yang sudah bekerja, direktur, gubernur, perampok, koruptor, pembunuh, pendeta, ulama, orang bodoh, orang cerdas, dll. Setiap pelamar dijamin pasti diterima di salah satu posisi yang disediakan, bahkan yang tidak melamar sekalipun, pasti diterima LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :A. Penghuni Surga, B. Penghuni Neraka

UNTUK POSISI A, DISEDIAKAN FASILITAS :

Sebelum para kandidat diberi fasilitas, berupa Surga yang kekal abadi, kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :
1. Nikmat kubur.
2. Jaminan perlindungan di Padang Mahsyar.
3. deberi Keselamatan ketika melewati jembatan Sirath-al mustaqim.
Surga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan dunia.“Allah berfirman (artinya): ”Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan Al jannah) yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia. (HR. Muslim no. 2824).“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (Al Baqarah: 25)Mereka dipingit di kemah-kemah dalam keadaan putih bersih nan jelita. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam kemah.” (Ar Rahman: 72)Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh kesenangan yang kekal di dalamnya. Sesungguhnya di sisi Allah -lah pahala yang besar.
(at-Taubah : 21-22)
Sesungguh orang-orang yang bertakwa itu dalam taman-taman surga] dan (dekat) mata air (yang mengalir). Dikatakan kepada mereka, masuklah kedalamnya dengan sejahtera dan aman. Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka, mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan diatas dipan-dipan, mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.
(al-Hijr : 45-48)

Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal sholeh, tentulah Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amal(nya) dengan baik. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan surga 'Adn, sungai-sungai mengalir di bawahnya, dalam surga itu mereka diberi perhiasan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan tebal dan mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah, itulah pahala yang sebaik-baiknya dan tempat istirahat yang indah.
(al-Kahfi : 30-31)

Ini adalah kehormatan (bagi mereka) dan sesungguhnya bagi orang-orang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik (yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka. Di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan meminum di dalamnya. Dan pada sisi mereka (ada bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Ini lah apa-apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya.
(Shad : 49-54)

Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada pada tempat yang aman (yaitu) dalam taman-taman dan mata air. Mereka memakai sutera yang dan tebal, (duduk) berhadap-hadapan. Demikianlah, dan Kami berikan kepada mereka bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran), mereka tidak akan pernah merasakan mati didalamnya, kecuali mati di dunia, dan Allah memelihar mereka dari siksa neraka sebagai karunia dari Tuhanmu, yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.
(ad-Dukhan : 51-57)
UNTUK POSISI B, DIPASTIKAN AKAN MENDAPATKAN BERBAGAI FASILITAS,

Kandidat untuk posisi B, dipastikan akan mendapat berbagai fasilitas, yaitu pemanas ruangan yang bersuhu sangat tinggi.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

“Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, (neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia, di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga). (Al-Muddatstsir: 26-30)

Rasulullah saw. bersabda, “Api di dunia ini hanyalah satu bagian, dari 70 bagian api, di neraka jahannam.” Para sahabat berkata, ”Api di dunia ini sudah sangat panas”. Nabi berkata, ”Bahkan api neraka itu 69 kali lebih panas dari api dunia.”



Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik r.a. berkata : "Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah s.a.w., dalam keadaan murung, lalu Rasulullah bertanya : 'Mengapa aku melihat engkau berwajah murung?'

Malaikkat jibril menjawab : 'Ya Muhammad, aku datang kepadamu, ketika Allah menyuruh supaya nyala api neraka dikobarkan, maka siapasaja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, supaya tidak bersuka ria dalam kehidupan dunia"

Lalu Nabi s.a.w. bersabda : 'Ya Jibril jelaskan kepadaku tentang sifat neraka jahannam!'

Jawabnya, 'baiklah, ketika Allah menjadikan neraka Jahannam, Api neraka jahannam telah dinyalakan selama seribu tahun, hingga warnanya menjadi merah. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun, hingga warnanya menjadi putih. Kemudian dibakar lagi selama seribu tahun, hingga menjadi warnanya menjadi hitam, seperti malam yang gelap gulita, tidak pernah padam nyala apinya. Demi Allah yang mengutus engkau, andaikan dinding neraka jahannam terbuka hingga sebesar lubang
jarum, niscaya akan membakar makhluk di bumi semuanya, karena panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau, andaikan satu baju dari penghuni Neraka, digantungkan di antara langit dan bumi, niscaya semua makhluk di bumi akan mati semua, karena panasnya. Demi Allah yang mengutus engkau, andaikan satu gelang (rantai) dari penghuni neraka, diletakkan di atas bukit di bumi, niscaya bukit itu akan leleh, sampai ke lapisan bumi yang terbawah.

'Demi Allah yang mengutusmu, andaikan seorang penghuni neraka di ujung barat disiksa oleh penjaga neraka, niscaya penghuni neraka di ujung timur akan merasakan panas yang luar biasa, neraka Jahannam itu sangat dalam, dan perhiasannya adalah besi yang panas, dan minumannya air panas dicampur dengan nanah, dan pakaiannya dari potongan-potongan api. Neraka mempunyai TUJUH pintu, tiap-tiap pintu ada bagian untuk laki-laki dan
perempuan.'

Rasulullah s.a.w. bertanya : 'Apakah pintu-pintu neraka, bagaikan pintu-pintu di rumah kami?'

Jawabnya : " Tidak, tetapi pintu neraka itu selalu terbuka, dari pintu yang satu ke pintu lainnya berjarak 70 ribu tahun, pintu yang bawah lebih panas dari pintu di atasnya, 70 kali lipat, maka nanti musuh-musuh Allah akan digiring ke sana, sehingga bila telah sampai ke depan pintu neraka, mereka akan disambut oleh Malaikat-malaikat Zabaniyah, dengan rantai dan belenggu, maka rantai itu akan di masukkan ke dalam mulut mereka, hingga menembus ke anus,tangan kiri mereka, akan diikat ke lehernya, sedang tangan kanan mereka, dimasukkan dalam dada mereka, hingga menembus ke bahunya, dan tiap manusia akan dibawa beserta setan, lalu diseret hingga tersungkur mukanya, dan mereka akan dipukul oleh para Malaikat dengan pemukul dari besi, tiap-tiap dari mereka ingin keluar dari neraka. kemudian Nabi s.a.w bertanya : 'Siapakah penduduk dari masing-masing pintu?'

Jawabnya :
'Pintu yang terbawah (pertama) untuk orang-orang Munafik, dan
orang-orang kafir, setelah diturunkan hidangan (mukjizat Nabi Isa a.s.)
serta keluarga Fir'aun (Alhawiyah).

Pintu kedua, tempat orang-orang musyrikin, bernama neraka Jahim.

Pintu ketiga, tempat orang-orang Shabi'in, bernama neraka Saqar.

Pintu keempat, tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum Majusi, bernama neraka Ladha.

Pintu kelima, untuk orang Yahudi, bernama neraka Huthomah.

Pintu keenam, untuk orang kristen, bernama neraka Sa'ier.

Kemudian Jibril terdiam, merasa segan kepada Rasulullah s.a.w., sehingga Nabi s.a.w. bertanya : "Mengapa tidak kau jelaskan penduduk dari pintu ketujuh?'

Jawabnya : 'Di dalamnya terdapat orang-orang yang berdosa besar dari umatmu, yang sampai mati belum sempat bertaubat'. Maka Nabi s.a.w jatuh pingsan, ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi s.a.w di pangkuannya, sehingga beliau sadar kembali, dan ketika sadar, Nabi s.a.w bersabda ; "Ya Jibril sungguh besar kerisauanku dan aku sangat sedih, apakah ada seorang
dari umatku, yang akan masuk ke dalam Neraka?

Jawabnya : 'Ya, yaitu orang yang berdosa besar dari umatmu.'

Neraka itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu darinya adalah bagian yang sudah ditentukan.” (Al-Hijr: 44

Orang-orang kafir dihalau ke neraka jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah para penjaganya kepada mereka, “Apakah belum pernah datang kepada kalian Rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Rabbmu dan memperingatkanmu akan pertemuan hari ini?” Mereka menjawab, “Benar telah datang.” Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang kafir. Dikatakan (kepada mereka), “Masukilah pintu-pintu neraka jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya.” Maka neraka jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” (Az-Zumar: 71-72)

“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya, ialah orang yang diberi sepasang sandal, yang talinya terbuat dari api neraka, lalu mendidihlah otaknya, karena panasnya yang seperti air panas mendidih di dalam periuk. Dia mengira tiada seorangpun yang menerima siksaan lebih berat dari itu, padahal dialah orang yang mendapat siksaan paling ringan.” (Bukhari-Muslim)
“Ada di antara mereka yang dimakan api neraka sampai ke mata kaki, ada yang dimakan sampai pinggangnya dan ada pula yang dimakan sampai ke tenggorokannya.”

“Wahai manusia sekalian, menangislah! Jika tidak dapat menangis, maka paksakan dirimu untuk menangis! Karena sesungguhnya ahli neraka itu akan terus menangis hingga air matanya mengalir di pipi masing-masing, seperti air yang mengalir di sungai. Sampai air mata itu habis dan matanya pun pecah-pecah. Seandainya ada perahu yang diletakkan di situ, niscaya perahu itu akan berlayar.” (HR Ibnu Majah)
Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a berkata : Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud : "Api Neraka telah dinyalakan selama seribu tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun... hingga putih, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga hitam gelap, bagaikan malam gelap kelam."

Sabda Nabi s.a.w. yang bermaksud : " Sesungguhnya seringan-ringan siksa ahli Neraka yaitu seorang yang bersandal (selipar) dari api Neraka, dan dapat mendidihkan otaknya, seolah-olah di telinganya ada api, dan giginya berapi dan di bibirnya ada uap api, dan keluar ususnya dari bawah kakinya, bahkan ia merasa bahwa dialah yang terberat siksanya dari semua ahli Neraka, padahal ia sangat ringan siksanya dari semua ahli Neraka."

Rasulullah saw bersabda, "Di neraka, gigi orang kafir akan (memuai), hingga sebesar gunung Uhud, dan tebal kulitnya akan membentang, sejauh tiga hari perjalanan"(diriwayatkan oleh Abu Hurairah, HR Muslim).Dalam hadits lain, Rasulullah saw bersabda,"Neraka diikat oleh tujuh puluh ribu tali, dan setiap talinya di pegang oleh tujuh puluh ribu malaikat"(HR Muslim). Rasulullah saw bersabda, "Allah mempunyai malaikat, yang jarak antara kedua matanya,yaitu sepanjang seratus tahun perjalanan" (Abu Daud, Ibn Hanbal).

Oh, ya. di neraka juga menyediakan fasilitas, berupa makanan gratis yang mampu membakar isi perut, minuman yang mampu menghancurkan usus, serta fasilitas kolam renang gratis, yang berisi nanah dan darah. Beberapa penjaga juga disiapkan, untuk menyayat lidah orang-orang yang suka menyakiti hati orang lain, maupun menyeterika perut orang-orang yang tidak membayar zakat.

Selain fasilitas tersebut, para kandidat neraka akan melewati masa training yang lamanya mencapai ribuan tahun, yaitu :

1.Training indoor didalam kubur, berupa siksa kubur dan 'hidup' dalam kesengsaraan, ditemani ular dan makhluk aneh lainnya, serta wajah-wajah buruk selama bertahun-tahun hingga ribuan tahun di alam barzakh tergantung kualitas amal ibadahnya, dan dosa-dosa yang ia lakukan.

2.Training outdoor dilakukan di padang Mahsyar selama ribuan tahun. Bapak, ibu, anak dan saudara-saudara kita, tidak mampu menolong kita, karena masing-masing orang sibuk dengan urusannya sendiri. Bahkan para nabipun tidak mampu memberi syafaat, kecuali nabi Muhammad SAW, yang akan menolong umatnya yang rajin mengucap shalawat kepadanya.

SYARAT-SYARAT PELAMAR

- Tidak diperlukan ijazah

- Tidak diperlukan uang suap.

- Tidak perlu bawa harta

- Tidak perlu berwajah cantik atau tampan,

- Cukup membawa dokumen asli, dari keimanan dan amal perbuatan Anda.

WAKTU WAWANCARA :

Wawancara tahap 1,

dilakukan 7 langkah, setelah pelayat terakhir meninggalkan kuburan Anda. Sabda RasulullahSAW: "Sesungguhnya, bila jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,maka jenazah itu mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburan, pada saat mereka meninggalkan tempat itu (hadist hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad Hanbal).Perlu diketahui, jadwal wawancara tahap 1 ini, sudah ditentukan sejak ruh ditiupkan ke tubuh Anda, semasa dalam kandungan ibu.

Wawancara tahap 2

hanya Allah lah yang tahu.

LOKASI DAN LAMA WAWANCARA

Wawancara tahap I, akan dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama beberapa menit, hingga ribuan tahun, tergantung amal perbuatan anda.

Wawancara tahap II, dilakukan pada hari perhitungan, selama beberapa hari, hingga ribuan tahun, tergantung amal perbuatan. Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah SAW bersabda, "bahwa jarak waktu ketika masa pengadilan, antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin, adalah 500 tahun. Berbahagialah bagi Anda yang miskin selama di dunia, yang memiliki sedikit harta, untuk diminta pertanggungjawabannya (karena sebutir nasi yang Anda buang, akan diminta pertanggungjawabannya).

PEWAWANCARA:

Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh Allah SWT

WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :
1. Siapa Tuhanmu ?
2. Apa agamamu ?
3. Siapa nabimu?
4. Apa kitabmu?
5. Dimana kiblatmu ?
6. Siapa saudaramu?

CARA MELAMAR:

Sekali lagi, ini benar-benar rekruitmen yang sangat istimewa, tidak perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh malaikat yang bernama Izrail. Ia akan menjemput anda,

hr