Date
Breast Cancer Ribbon

RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF 2

posted by:
noenknoenk

Alkisah sebuah desa yang sangat terkenal dengan produksi jagung manis. Daerah tersebut memang telah lama penduduknya turun temurun menanam jagung manis. Oleh karena itu, di desa tersebut selalu diadakan kompetisi menanam jagung manis untuk melihat siapa yang dapat menghasilkan jagung manis yang terbaik di desa penghasil jagung manis terbaik di dunia. Juri-juri dan para turis pun berdatangan dari luar desa untuk memantau dan menyaksikan event besar tahunan itu.



Tetapi anehnya, pak Ahmad adalah petani yang selalu memenangkan kompetisi ini setiap tahunnya. Turis luar desa sangat mengharapkan untuk mencicipi jagung manis bakar atau rebus tanaman pak Ahmad yang selalu memenangkan kompetisi ini. Tahun ini pun, masyarakat turis dari luar desa berdatangan untuk menyaksikan dan mencicipi jagung manis pemenang kompetisi.



Semua petani menyambut kompetisi ini dengan gembira, mereka melakukan kompetisi sehat, fastabiqul khairat bahasa Al-Qur’an-nya. Ada yang mencoba pupuk terbaik, benih terbaik, teknik pengolahan terbaik, teknologi terbaik. Ada pula yang berdo’a kepada Allah SWT bahkan ada yang rela menunggui lahannya setiap hari untuk memantau perkembangan tanamannya. Dan mereka mempunyai cara-cara rahasia yang selalu mereka jaga dari kompetitornya karena semua berharap menjadi pemenang dengan cara mereka masing-masing.



Lain dengan pak Ahmad sang juara bertahan selama 10 tahun, dia selalu membagikan benih-benih jagung manis hasil juara tahun lalu kepada petani-petani mana saja yang ia temui. Masyarakat desa tahu pasti kualitas benih pak Ahmad yang terkenal sangat bagus, dan mereka senang mandapatkannya. Seorang wartawan dari luar desa lalu menanyakan pada pak Ahmad, kenapa dia melakukan semua itu, membagi-bagikan benihnya bahkan kepada kompetitor. Lalu menanyakan kepadanya apa rahasia kemenangannya.



Pak Ahmad menjelaskan, “Saya petani, sama seperti yang lain. Saya mengolah tanah seperti yang mereka lakukan. Saya pun menyirami dan mengurus tanaman saya dan memupuknya dengan pupuk terbaik seperti yang lain gunakan. Saya juga berdo’a kepada Allah. Selain itu, saya juga mengetahui bahwa jagung adalah tanaman yang penyerbukannya dibantu opleh angin. Maka serbuk sari yang membuahi putik jagung manis saya bisa jadi berasal dari tetangga saya. Karena itulah saya berbagi dengan mereka, agar semua serbuk sari yang masuk ke putik saya menjadikan buah jagung manis saya sempurna”



Kisah pak Ahmad menjadi sebuah contoh ideal bahwa yang dinamakan kebaikan tidak bisa diwujudkan secara individual melainkan suatu usaha kolektif. Ada muslim yang hanya perduli pada dirinya atau keluarganya, biasanya mereka berkata “biarlah yang lain buruk, yang penting kita baik dan nggak ikut-ikutan”, atau “jangan urus masalah orang lain, diri kita sendiri aja lah!”. Sesungguhnya orang semacam ini tidak memahami bahwa istimewanya “jagung” kita juga tergantung pada jagung orang lain. Rasulullah sendiri telah bersabda:



مَثَلُ القَائِمِ في حُدُودِ اللهِ وَالوَاقعِ فِيهَا ، كَمَثَلِ قَومٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ فَصَارَ بَعْضُهُمْ أعْلاها وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا ، وَكَانَ الَّذِينَ في أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقهُمْ ، فَقَالُوا : لَوْ أنَّا خَرَقْنَا في نَصِيبِنَا خَرْقاً وَلَمْ نُؤذِ مَنْ فَوقَنَا ، فَإِنْ تَرَكُوهُمْ وَمَا أرَادُوا هَلَكُوا جَميعاً ، وَإنْ أخَذُوا عَلَى أيدِيهِمْ نَجَوا وَنَجَوْا جَميعاً



“Perumpamaan orang yang menegakkan hudud (hukum) Allah dan orang yang melanggarnya adalah seperti suatu kaum yang melakukan undian di atas kapal, maka sebagian mereka mendapatkan bagian di lantai atas dan yang lain di lantai bawah. Maka apabila yang berada di lantai bawah hendak mengambil air, mereka melewati orang-orang yang berada di lantai atas. Maka mereka pun berkata-kata seandainya kami melubangi yang menjadi bagian kami (bagian bawa kapal), tentu kami tidak mengganggu orang-orang yang di atas kami (karena tidak melewati mereka ketika mengambil air). Maka apabila mereka dibiarkan melakukan apa yang mereka inginkan, maka binasalah semuanya, dan apabila mereka dicegah (dari niatnya), maka selamatlah mereka dan selamatlah seluruh penghuni kapal.” (HR. Bukhari)



Kebaikan dan prestasi juga sesuatu yang kita dapat dengan katalisasi kebaikan dan prestasi dari orang lain. Jagung manis yang tumbuh ditengah-tengah jagung manis yang istimewa akan tumbuh menjadi jagung istimewa, begitupun sebaliknya. Mari kita lihat “jagung-jagung” disekitar kita, apakah mereka adalah “jagung-jagung” istimewa ataukah jagung yang “serbuk sari”nya malah menghancurkan Anda?. Kalau jawabannya “iya”, maka lanjutkan pilihan Anda. Bila jawabannya “tidak”, segeralah kumpulkan diri Anda bersama “jagung-jagung” yang istimewa!



Maka berbagilah. Anda tidak mungkin menang sendiri dan hebat sendiri. Maju dan pintar bersama-sama lebih baik daripada sendirian. Dakwah ini tidak akan menghasilkan tanpa usaha kolektif. Jangan merasa berbagi justru membuat Anda kehilangan “rahasia”, berbagi justru “rahasia” itu sendiri. Bila kita mempunyai cara dakwah yang telah terbukti menghasilkan, maka bagikanlah pada saudara-saudara kita. Bila kita memiliki materi dakwah yang telah terbukti menarik
kopas: renungan kisah inspiratifpeserta, maka bagikanlah pada saudara-saudara kita. Insya Allah ilmu akan bertambah bila dibagi, tidak seperti harta yang berkurang saat dibagi.



Sumber: http://biotis.co.id/ (Felix Siauw)

hr

Leave a Reply