Date
Breast Cancer Ribbon

Bahan Renungan

posted by:
noenknoenk

UMMIY

Ibuku hanya memiliki satu mata
Aku tak menyukainya...
karena membuatku malu

Dia membuat kue untuk murid-murid & guru sekolah guna memenuhi kebutuhan keluarga
Suatu hari, semasa aku sekolah dasar, Ibuku datang ke sekolah dan menyapaku

Aku sangat malu sekali Kenapa dia lakukan ini padaku?!
Aku tak menggubrisnya
Bahkan kubalas dia dengan pandangan penuh rasa benci

Keesokan harinya, teman sekelasku mengejek: “ HUUUU, Ibumu hanya mempunyai satu mata!
" Saat itu rasanya aku ingin mati saja…
Aku juga ingin Ibuku enyah dari kehidupanku

Hari berikutnya aku maki ibu, " Jika kau hanya akan menjadikan aku bahan tertawaan, kenapa kau tak mati saja?!!!"
Ibuku hanya diam saja, tak menjawab …!!

Aku begitu tenggelam dalam lautan amarah, hingga tak sedikitpun kutimbang ucapan-ucapanku…
Tak kupedulikan perasaannya…

Aku ingin pergi dari rumah..
Lalu aku belajar dengan giat hingga dapat beasiswa di ibukota
Singkatnya, aku pergi ke ibukota, belajar …, bekerja…, menikah ....
Hingga mampu membeli rumah sendiri

Aku dikaruniai beberapa anak
Aku merasa bahagia dan menikmati hidupku
Hingga suatu hari, ibuku datang mengunjungiku

Bertahun-tahun dia tidak melihatku, bahkan belum pernah bertemu dengan cucu-cucunya
Saat dia berdiri di depan pintu, anak-anakku mentertawakannya

Aku menghardiknya, “Beraninya kau datang kerumahku dan menakuti anak-anak ku!"
Keluar dari sini!
Sekarang!!!"

Dengan tenang ibuku menjawab, “Maaf, mungkin saya salah alamat," lalu dia pergi, hilang dari pandanganku
Suatu hari, datang sepucuk surat undangan reuni sekolahku

Aku berbohong pada istriku bahwa aku akan pergi untuk sebuah urusan bisnis…
Usai reuni, aku pergi ke rumahku yang dulu, sekedar lihat-lihat saja!!!

Para tetangga bilang bahwa ibuku… sudah meninggal
Tak setetes pun airmata mengalir dari mataku !!

Mereka memberiku sepucuk surat yang ibuku tulis saat dia sakit…
“Anakku tercinta ,…
hati dan pikiran ibu selalu bersamamu ….
Maafkan kedatangan ibu ke rumahmu ….

dan membuat takut anak-anakmu ….
Ibu sangat gembira saat mendengar kamu akan datang ke acara reuni ….
Tapi mungkin ibu tak bisa menemuimu…
Karena untuk bangun dari tempat tidur pun ibu tak mampu…

Maafkan jika sepanjang hidupmu ibu telah berulang kali membuatmu malu...
Tahukah kamu ....
ketika kamu masih sangat kecil, kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan sebelah mata ….

Sebagai seorang Ibu,
Aku tak bisa melihatmu tumbuh dengan satu mata ….
Oleh karena itu, kuberikan satu mataku untukmu …..
Aku sangat bahagia dan bangga putraku bisa melihat seisi dunia dengan mataku ….

… Teriring Cinta …

… Ibumu …

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (al israa 23)

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’ (AI-Isra’:24)

Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: “Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: “Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar.” Lalu dia berkata: “Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka.” (Al Ahqaf 17)

Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Sungguh celaka, sungguh celaka, sungguh celaka!” Seseorang bertanya, “Siapa yang celaka, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Barangsiapa yang sempat bertemu dengan kedua orang tuanya, tetapi dia tidak bisa masuk surga (karena tidak berbakti kepada mereka).”

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar r.a. bahwa dia bersabda, Rasulullah saw. bersabda, “(Ada) tiga orang yang tidak akan dilihat Allah pada hari Kiamat: orang yang durhaka kepada kedua orang tuannya, orang yang kecanduan khamr, dan orang yang suka menyebut-nyebut pemberiannya.”

Diriwayatkan dari Abu Bakrah r.a. dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Setiap dosa akan Allah tangguhkan (hukumannya) sesuai dengan kehendak-Nya, kecuali (dosa karena) durhaka kepada kedua orang tua. Sesungguhnya Allah swt. akan menyegerakan hukuman perbuatan itu kepada pelakunya di dunia ini sebelum ia meninggal.”

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar r.a., dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “Keridhaan Allah itu ada pada keridhaan kedua orang tua, dan kemurkaan-Nya ada pada kemarahan kedua orang tua.”

Khalifah Umar bin Khatab berkata:”Kami satu waktu berjalan-jalan dan melihat seorang wanita sedang menyusui bayinya dalam dekapan. Rasul saw bersabda: “Apakah kiranya si Ibu akan melempar bayi itu ke Api? Kami jawab: Tidak, jika dia memiliki pilihan. Lalu Beliau saw bersabda: Allah Lebih mencintai hamba-Nya daripada wanita itu pada anak Ketika ditanya tentang siapa orang yang paling berhak mendapat perlakuan terbaik, Rasul (sallallahu alaihi wassallam) menjawab : Ibu, kemudian Ibu, kemudian Ibu, kemudian Ayah

dikutip dari catatan bapak nurhidayat sabaku

http://www.facebook.com/note.php?note_id=430615549903

hr

Leave a Reply